Mobile Menu

navigasi

More News

Anggota DPR Pertanyakan Cara Pemerintah Susun UMP 2022

2:33 AM

Anggota DPR Pertanyakan Cara Pemerintah Susun UMP 2022


Peluang.co.idAnggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mempertanyakan metode pemerintah dalam menyusun upah minimum provinsi (UMP) 2022. Kenaikan rata-rata UMP Tahun 2022 yang hanya 1,09 persen, Netty menilai kenaikan tersebut sama sekali tak memenuhi kebutuhan hidup layak pekerja atau buruh.


"Jumlah kenaikan ini sangat kecil, sekalipun diukur dari sisi inflasi yang hanya merupakan salah satu indikator dalam penentuan upah. Tingkat inflasi tahunan sampai Oktober 2021 saja sudah 1,66 persen. Ini kenapa rata-rata kenaikan UMP hanya 1,09 persen?" ujar Netty dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Jumat (19/11/2021).


Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan kebutuhan hidup layak dalam menentukan UMP 2022. Ia menyarankan pemerintah harus lebih memperhatikan juga kesejahteraan dari para pekerja yang selama pandemi kebutuhan dan biaya hidup mereka terus naik.


"Saya meminta pemerintah mencarikan jalan keluar terbaik, dengan bersikap bijaksana atas berbagai aspirasi pada aksi unjuk rasa pekerja/buruh sehubungan dengan kenaikan UMP," lanjut Netty.


Ia menegaskan, jika pemerintah berani menaikkan UMP yang berkeadilan, hal itu justru akan mempercepat pertumbuhan ekonomi.


"Apabila UMP naik, maka dengan sendirinya membuat daya beli masyarakat meningkat. Dan itu akan membuat ekonomi nasional tumbuh dan bergerak. Tapi jika UMP tidak naik atau bahkan turun maka konsumsi produk masyarakat juga akan menurun, sehingga lapangan kerja baru sulit untuk dibuka," tutupnya.



( Gambar : Parlementaria / Penulis : Fitri )



Tags : perkiraan umr jakarta 2022upah minimum tahun 2022kenaikan upah 2022kenaikan umk 2022



Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment