Mobile Menu

navigasi

More News

Kemenperin Pacu Produktivitas Industri Pengolahan Susu

1:26 AM



Peluang.co.idKementerian Perindustrian mendorong produktivitas industri pengolahan susu di dalam negeri agar dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Maka diperlukan upaya strategis untuk menjamin ketersediaan bahan baku susu segar dalam mendukung proses produksinya.


Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan industri pengolahan susu sendiri termasuk salah satu sektor pangan yang mendapat prioritas dalam pengembangannya.


Industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor pangan yang mendapat prioritas dalam pengembangannya. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035,” ujar Putu dikutip dari laman Kemenperin, Selasa (19/10/21).


Guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor, Kemenperin berupaya untuk melakukan peningkatan rasio penggunaan susu segar dari peternak dalam negeri.


“Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan dan penguatan program kemitraan yang saling menguntungkan antara industri pengolahan susu dengan koperasi atau peternak sapi perah lokal,” imbuhnya.


Pada tahun 2020, kebutuhan bahan baku susu untuk industri pengolahan susu tercatat 3,95 juta ton (setara susu segar), dengan pasokan bahan baku susu dalam negeri sebesar 909 ribu ton (20%), dan sisanya dipasok dari negara lain.


Di Indonesia sendiri masih kecilnya populasi sapi perah berimbas pada rendahnya ketersediaan pasokan susu segar di dalam negeri. Selain itu, meningkatnya investasi di sektor industri pengolahan susu, menyebabkan kebutuhan bahan baku selama enam tahun terakhir rata-rata tumbuh 4%, sedangkan produksi susu segar hanya tumbuh 2,6%.



( Gambar : Kemenperin / Penulis : Fitri )



Tags : asosiasi industri pengolahan susu, pabrik pengolahan susu sapi, paper industri pengolahan susu, konsumsi susu indonesia 2020


Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment