Mobile Menu

navigasi

More News

Hilirisasi Batubara, Kemenperin Bangun Industri Methanol

9:00 PM



Peluang.co.idMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan pada tahun 2020, kebutuhan metanol mencapai 1,2 juta ton. Ia pun berharap pembangunan industri gasifikasi coal to methanol dapat berkontribusi pada substitusi impor dan pertumbuhan ekonomi nasional.


“Kerja sama pembangunan pabrik coal to methanol sangat penting bagi sektor industri. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sangat mengapresiasi perusahaan yang memiliki satu visi untuk menginisiasi proyek gasifikasi batubara dan mendukung rencana investasi industri pionir ini,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (19/10/21).


Investasi proyek gasifikasi batubara yang dilakukan diinisiasi oleh konsorsium yang terdiri dari PT Powerindo Energi (PT PCE) dari Indonesia dan China National Chemical Engineering Corporation (CNCEC) dari RRT. Pabrik tersebut rencananya akan didirikan di Meulaboh, Aceh.


Pembangunan pabrik ini memiliki nilai investasi sebesar USD 560 juta dan akan mengolah 1,1 juta ton batubara menjadi 600 ribu ton methanol per tahun.


“Proyek ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak 600-700 orang. Berdasarkan perencanaan, proyek akan memasuki tahap konstruksi pada pertengahan tahun 2022,” jelas Menperin.


Pada tahun 2020, nilai ekspor bahan kimia dan barang dari bahan kimia mencapai USD 11,85 miliar. Sedangkan nilai impornya mencapai US$ 18,25 miliar. Dengan demikian ada defisit sebesar US$ 6,4 miliar. 


Dengan kondisi neraca perdagangan ini, perlu upaya untuk mempercepat peningkatan investasi di sektor kimia termasuk di dalamnya industri metanol, yang merupakan salah satu sektor prioritas dalam peta Jalan Making Indonesia 4.0.



( Gambar : Kemenperin / Penulis : Fitri )



Tags : pabrik methanol di jawa timur, daftar pabrik methanol di indonesia, kebutuhan metanol di indonesia, kaltim methanol industri


Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment