Mobile Menu

navigasi

More News

Dirut Krakatau Steel : Utang dan Penyelesaian Proyek Bagian dari Pembenahan

12:59 AM



Peluang.co.idPT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus melakukan pembenahan di seluruh lini dan aktivitas usaha. Adapun proses untuk membenahi Krakatau Steel merupakan usaha bersama dan membutuhkan waktu sedikitnya tiga tahun untuk melihat hasilnya. 


Akumulasi utang Krakatau Steel yang mencapai Rp31 triliun yang disebabkan beberapa hal salah satunya adalah pengeluaran investasi yang belum menghasilkan sesuai dengan rencana.


Manajemen baru Krakatau Steel berhasil melakukan restrukturisasi utang pada bulan Januari 2020 sehingga beban cicilan dan bunga menjadi lebih ringan guna memperbaiki kinerja keuangan. 


“Proyek Blast Furnace diinisiasi pada tahun 2008 dan memasuki masa konstruksi pada tahun 2012, jauh sebelum saya bergabung di Krakatau Steel pada akhir tahun 2018. Manajemen saat ini sudah mendapatkan solusi agar fasilitas atau pabrik yang tadinya mangkrak bisa jadi produktif,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dalam keterangannya dilansir Sabtu (2/10/21).


Silmy menjelaskan pengoperasian Blast Furnace nantinya akan menggunakan teknologi yang memaksimalkan bahan baku dalam negeri yaitu pasir besi. Sehingga dapat menghemat biaya produksi.


Sebelumnya, proyek tersebut sempat disindir oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Ia menduga ada indikasi korupsi dibalik mangkraknya proyek Blast Furnace tersebut.


“Kaitan adanya indikasi penyimpangan/korupsi di masa lalu tentu menjadi perhatian manajemen. Fokus saya ketika bergabung adalah mencarikan solusi dan melihat ke depan agar Krakatau Steel bisa selamat terlebih dahulu,” jelasnya Silmy.  



( Sumber : Siaran Pers Krakatau Steel / Gambar : Lokadata / Penulis : Fitri )



Tags : gaji krakatau steelkrakatau steel karirkrakatau steel dimanakrakatau steel bangkrut



Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment