Mobile Menu

navigasi

More News

Administrasi Biden Minta Pengadilan Tolak Banding Putusan TikTok

8:52 PM

 


Peluang.co.idAdministrasi Biden pada hari Senin meminta pengadilan federal untuk menolak banding Departemen Kehakiman terhadap putusan pengadilan yang melarang upaya era Trump untuk melarang unduhan baru aplikasi milik China, TikTok.


Dilansir dari Reuters pada Selasa (13/7), bulan lalu, Presiden Joe Biden menarik serangkaian perintah yang dikeluarkan pada era Trump yang melarang mengunduh aplikasi WeChat, TikTok, dan aplikasi China lainnya.


Departemen Perdagangan pada 22 Juni secara resmi menarik daftar transaksi terlarang dengan TikTok milik ByteDance dan WeChat milik Tencent yang dikeluarkan pada bulan September yang berusaha untuk melarang unduhan aplikasi.


Departemen Kehakiman mengatakan bahwa tantangan hukum pemerintah sekarang diperdebatkan. Ia meminta Pengadilan Banding A.S. untuk menolak banding tersebut.


Selama masa kepresidenan Donald Trump, Departemen Perdagangan juga berusaha untuk melarang penggunaan WeChat dan TikTok di Amerika Serikat. Pengadilan memblokir semua pembatasan itu agar tidak berlaku.


Perintah Biden mengarahkan Departemen Perdagangan untuk memantau aplikasi perangkat lunak seperti TikTok yang dapat mempengaruhi keamanan nasional AS.


Dan membuat rekomendasi dalam waktu 120 hari untuk melindungi data AS yang diperoleh atau dapat diakses oleh perusahaan yang dikendalikan asing.


"Inti dari perintah eksekutif adalah untuk mengambil langkah-langkah yang sangat kuat untuk melindungi data Amerika dari pengumpulan dan pemanfaatan oleh musuh asing," ujar Sekretaris Perdagangan Gina Raimondo.


Perintah eksekutif Biden juga mencabut perintah Trump lainnya yang menargetkan delapan aplikasi perangkat lunak komunikasi dan teknologi keuangan lainnya. Seperti Alipay Ant Group dan QQ Wallet Tencent dan pembayaran WeChat. ( Foto : Reuters / Penulis : Fitri )



Tags : as tiktok video, tiktok amerika apk, tiktok china, ss tiktok


Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment