Mobile Menu

navigasi

More News

Induk Perusahaan Philippine Airlines Catat Rekor Kerugian, Siapkan Restrukturisasi

11:00 PM


Peluang.co.idPerusahaan induk dari Philippine Airlines mencatat rekor kerugian yang dialaminya mencapai 73 miliar peso atau sekitar USD 1,51 miliar pada tahun 2020. Kerugian ini naik tujuh kali lipat dari tahun sebelumnya, setelah pandemi Covid-19 menyerang sektor penerbangan global.


Dilansir dari Reuters pada Kamis (17/6), PAL Holdings Inc mengatakan sedang dalam tahap akhir menyusun rencana restrukturisasi utang untuk operator bendera untuk membantunya melewati krisis.


Beberapa maskapai penerbangan Asia Tenggara lainnya telah menyetujui rencana restrukturisasi atau telah meminta persetujuan untuk penambahan modal dan keringanan utang melalui pengadilan.


PAL Holdings mengatakan pendapatan konsolidasi di maskapai itu turun 64 persen  menjadi 55,3 miliar peso tahun lalu karena pembatasan perjalanan yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona baru.


"Philippine Airlines akan memiliki jalan panjang untuk pemulihan," kata perusahaan tersebut.


Perusahaan sedang mengerjakan tahap akhir dari rencana restrukturisasi, termasuk perlindungan yang dibantu pengadilan, untuk meningkatkan struktur modal dan memenuhi kewajiban. PAL Holdings memiliki kewajiban sekitar USD 6 miliar pada akhir Desember.


Perusahaan maskapai tersebut menyatakan aktivitas penerbangan tidak akan terpengaruh oleh restrukturisasi apa pun dan akan meningkatkan penerbangan internasional serta domestik karena pasar pulih dengan pelonggaran pembatasan perjalanan.


Philippine Airlines, yang sebagian dimiliki oleh ANAHoldings Inc Jepang, mengumumkan pada Oktober bahwa mereka memangkas 2.700 pekerjaan, atau sepertiga dari tenaga kerjanya. Perusahaan ini memiliki armada 97 pesawat Boeing dan Airbus, 81 di antaranya disewa. ( Foto : Reuters / Penulis : Fitri )


Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Post a Comment